Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

QSL Card: NHK Radio Jepang - April & Maret 2021

Akhir Juli lalu akue dapatkan sepucuk surat bersampul putih dengan tulisan kanji, tidak salah lagi amplop itu dari Jepang. NHK World Radio. Sudah lama NHK tidak mengirimkan kartu QSL ataupun kartu pos, perlu dimaklumi saat pandemi seperti ini memang susah untuk urusan pos. Korea Selatan lebih parah lagi selama dua tahun tidak ada hubungan pos internasional dengan Indonesia. 

Kali ini NHK mengirimkan saya dua kartu QSL dan satu pedoman acara untuk periode 2021-2022. Pada tahun ini siaran bahasa Indonesia NHK berusia 86 tahun, sudah mateng juga ya. Dewasa ini NHK World Radio Japan mengudarakan programanya dalam 17 bahasa asing dari seluruh dunia, masing-masing 30 menit. Sebelumnya programa bahasa Indonesia diudarakan dalam durasi 45 menit. 

Tahun ini ada beberapa acara baru diantaranya: Rumah Kedua, Lintas Budaya, Dunia Kerja Jepang, dan Direct Talk. Pada masa pendemi berita untuk akhir pekan diisi oleh redaksi bahasa Inggris, jadi dalam 10 menit diisi dengan warta berita dari siaran bahasa Inggris.




QSL cantik bertema musim semi terlihat indah sekali, foto ini berjudul Cherry Blossom Banquet diambil dari Nara Prefecture. Sementara QSL kedua bergambar pesta kembang api yang diambil dari Yamagata Prefecture dan foto tersebut diberi judul Japanese Fireworks, Climax.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.