Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

QSL Card: Radio Taiwan Internasional April 2021

Obrolan RTISI dan Temu Pendengar pada kahir Juli 2021 adalah jawaban dimana surat-surat dari RTISI mengalami keterlambatan. Pandemi ini mengamuk beberapa negara Asia terutama di Indonesia, India, Malaysia, Taiwan dan negara lainnya. Apa hubungannya dengan RTI dan pengiriman surat? Jelas hubungan ini sangat erat dimana surat-surat itu terkirim terlambat karena karyawan RTI sendiri dibatasi untuk bekerja di kantor, juga pengetatan aktifitas di luar sebagai langkah pencegahan penularan covid-19. Aktifitas mengirimkan sebuah surat ke kantor pos tentunya menjadi terkendala.Begitulah keterangan yang didapat dan sangat dimaklumi oleh semua pendengarnya di seluruh dunia. 

Kartu QSL RTI masih dalam tema lukisan tempat menarik di Taiwan, kali ini yang dilukis di kartu QSL adalah Yushan Unn di kota Chiayi. Saya sendiri tidak tahu semenarik apa tempat ini dan ada apa dengan tempat ini sehingga membuat RTI menjadikannya sebuah kartu QSL. Sayang sekali RTI tidak menyertakan keterangan lebih jelas di kartu tersebut.

Saya sendiri dikirim dua lembar kartu QSL dengan keterangan bulan dan tahun yang sama yakni bulan April 2021. Kedua kaedu mempunyai keterangan yang sama yakni dipantau pada jam 14:00-15:00 UTC, seksi siaran bahasa Indonesia dan frekuensi 9735 kHz. Kartu QSL ini adalah edisi ke-empat yang diproduksi dan dibagikan RTI ke seluruh pendengar yang melaporkan pantauan siarannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.