Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Review ABC Selera Pedas - Gulai Ayam Pedas

Setelah sekian lama tidak mencicipi mie instan, kini dalam kunjungan belanja bulanan di minimarket terdekat saya melihat sesuatu yang baru. Sesuatu yang belum dicoba sebelumnya. ABC Mie Selera Pedas Rasa Ayam Gulai. 

Mie instan ini diproduksi oleh PT ABC President Indonesia, produkan ini sudah mengeluarkan banyak sekali produk berupa makanan seperti mie instan dan susu. ABC President Indonesia jelas berbeda dengan ABC Heinze. Beberapa produk mie-nya seperti ABC Selera Asal, ABC Mie Cup, ABC Selera Pedas, dan YOMP.

Produk mie ini sudah tersertifikasi oleh MUI untuk kehalalan dan BPOM sebagai produk yang aman untuk dimakan. Cara memasknya masih sama dengan cara memasak produk mie instan lainnya yakni dengan merebus dalam waktu 3-4 menit. Dalam kemasan mie instan ini terdiri dari satu paket mie instan, satu bumbu utama, bumbu minyak dan bubuk cabe. 

Awal membuka paket bumbu terasa menusuk ke hidung, maklum saja bumbu rempah Indonesia. Untuk mie masih standar seperti mie murah lainnya dengan kosistensi sedikit kenyal lebih ke gatet. Untuk bumbu terasa enak, tidak tampak banyak micin. Walaupun sesungguhnya benar-benar micin. Bumbu khas gulai sangat terasa, mirip sekali dengan bumbu asli. Namun rasa khas micin masih ada. 

Apakah benar-benar pedas?
Tidak sama sekali, bagi anak kecil bisa jadi mie ini sangat pedas seperti digambarkan pada kemasannya, merah menyala dan terkesan sangar. Produk mie instan Selera Pedas ini tidak mempunyai tingkat dari segi kepedasan. Bagiku hanya label saja. Jika dinilai dengan standar lidah saya masuk katagori level 3 dari 10. Keistimewaan dari mie instan ini hanya pada rasa bumbu Indonesia yang cukup mengingatkan pada gulai ayam sebenarnya. 

Kuah pada gambar kemasan terlihat merah menyala dan menyeramkan! Pada kenyataannya kuah kuning khas bumbu Indonesia yang terbuat dari kunyit. Tidak tampak merah dari bumbu atau minyak cabai. Jelas berbeda dengan produk saingannya seperti Indomie atau Mie Sedaaap. Mereka benar-benar menyatakan pedas baik pada gambar maupun rasa. Harga termasuk murah dengan harga minimarket modern didapati Rp 2500 saja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.