Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Serat Centhini XI - Terbitan UGM Press

Beberapa buku memang belum terbeli karena stok di UGM Press sedang kosong, selanjutnya pihak penerbit mengatakan akan mencetak kembali pada bulan Agustus September 2023. Walaupun terlewati beberapa jilid, saya masih bisa menikmati pada setiap babnya. Seperti merangkai sebuah puzzle, dengan berbekal cerita dari novelisasi Centhini. 

Jilid menceritakan bagaimana akhir dari sebuah perjalanan Syekh Amongraga, akhir nan sedih dengan perspektif awam. Sementara perspektif kesufian merupakan akhir yang membahagiakan. Pelarungan jasad syekh Amongraga menjadi jalan pada penyatuan pada zat ilahi. Selanjutnya Niken Tambangraras pergi dari rumah dan bertemu dengan adik Syekh Amongraga. Pertemuan keluarga ini sangatlah mengharukan terlebih saat gelombang kedua keluarga Wanamarta bersatu.

Berbagai wejangan keislaman tersebar di jilid ini, seperti wejangan soal iman dan Islam. Ada juga ajaran mengenai akhlak untuk para ulama, seperti Ki Ragarunting menyombongkan diri pada Syekh Amongraga.

Judul: Serat Centhini - Tambangraras Amongraga Jilid XI
Penulis: Sunan Pakubuwana V
Penyunting: Marsono
Cetakan: Pertama, April 2007
Dimensi: ix + 327 hlm
Penerbit: UGM Press
ISBN: 979-420-642-3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.