Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Icip Mie Sedaap Tasty Ayam Geprek Sambal Matah


Rezeki tidak tahu turun atau muncul dari mana, sore ini saya mendapatkan satu biji mie instan dari rekan kerja. Rasanya bahagia mendapatkan rezeki tersebut, walaupun sekadar mie instan. Terlebih saat lambung kosong. Mie yang mempunyai merek Sedaap Tasty terbungkus rapi oleh kardus, bungkus ini berbeda dengan bungkus mie instan umum yang dijual dengan plastik bergambar. Bungkus karton menandakan bahwa mie tersebut mahal dan istimewa dibandingkan mie instan umumnya.

Produk dari Wings Food  ini dijual dengan harga HET 5000 rupiah untuk pulau Jawa, termasuk mahal karena pada umumnya mie instan sekitar harga 2000-2500 rupiah. Modelnya sama seperti produk Indofood kelas Real Meat atau produk Bakmie Mewah. Bungkusan dari karton ini bergambar menarik dengan mie kuning yang berjemur di atas mangkok disertai selimut daging ayam dan sambal matah. Rasanya memang menggugah selera bagi perut kelaparan.

Isi dari bungkusan karton Sedaap Tasty diantaranya: mie instan berserta bumbu halus, minyak dan bawang goreng. Dan ada satu bungkus daging basah beserta sambal matahnya. Cara masaknya sama saja dengan mie instan lainnya dan menghidangkannya juga sama.

Untuk rasa saya kira lumayan enak (3 bintang), micinnya terlalu menyengat, dagingnya dan sambal matah enak dan sedikit. Tekstur mie tidak terlalu istimewa, kelembutan dan kekenyalan dalam skala cukup. Jika dibandingkan dengan mie instan pada umumnya maka yang menjadi juaranya yang pasti Sedaap Tasty.

Silakan mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...