Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Berkemah Di Sawah

Kami sangat hangat saat itu, awal Februari.

Rylo, Gingin dan Saya berencana untuk membuat kemah di tengah pesawahan yang sedang menghijau, tepatnya di pesawahan belakang rumah saya, Kubangpari Kulon. Perencanaan ini hanya sebatas small talk sehabis pesta durian, malam itu. Beruntung rencana yang sekedar basa-basi akhirnya terjadi. Berbekal peralatan kemah sederhana yang saya dan Rylo punyai seperti tenda dome, satu lampu petromak, dua tiker, satu sleeping bag dan satu selimut.

Peralatan sederhana itu kami boyong ke gubug di tengah pesawahan. Memang tidak ada lahan khusus untuk mendirikan kemah hanya saja ada lahan cukup luas yang sangat pas dengan ukuran tenda yang kami bawa. Jadi kami mendirikan tenda di tengah gubug!!! Yang penting berkemah hahahaha.

Ilustrasi Sawah

Tenda sudah siap dipakai tentu saja kami yang sudah kenyang dengan bakso, durian dan biji durian bakar merasa butuh istirahat. Tak ada percapakan panjang di malam ini kecuali Gingin yang cukup lama menelpon sang kekasih. Saya sendiri merasakan nikmatnya tidur di tenda malam itu, maklumlah perut kenyang.

Bukan kokok ayam yang membangunkan kami, melainkan sorot sinar matahari yang kuat sehingga membuat mata terbuka dari tidur. Wah rasanya nikmat sekali!!! Rylo yang bangun duluan pergi ke rumah untuk menyiapkan makanan. Sekitar sejam Rylo datang dengan nasi goreng Jawa dan jengkol!!! Nikmatnya!!

Kesimpulannya bahagia kita yang buat sendiri bukan dicari! Terima kasih Tuhan!
Salaam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...