Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Perawatan Dan Keselamatan Dalam Bersepeda

Pemeliharaan Dan Perawatan

Pengecekan secara rutin pada sepeda baru dapatel menghasilkan:
1. Sepeda berjalan halus, lancar dan nyaman.
2. Komponen sepeda menjadi awet.
3. Mereduksi biaya perbaikan.
Berikut cara perawatan untuk pemeliharaan sepeda:
1. Rantai disemprot ataupun disikat dengan oli khusus rantai (chain lube) dalam waktu 2-4 kali seminggu.
2. Roda derailleur, sikat atau semprot dengan pelumas biasa setiap 4 minggu.
3. Derailleur, semprot 1-2 bulan sekali dengan pelumas biasa.
4. Kaipler Rem, semprot sebulan 1-2 kali saja dengan pelumas biasa.
5. Tuas rem, semprot sebulan 1-2 kali saja dengan pelumas biasa.
6. Shifter, semprot paling tidak 2-4 bulan dengan pelumas biasa.
7. Hub, olesi dengan pelumas jenis grease.
8. B Bracket, olesi dengan pelumas jenis grease 4-6 bulan sekali.
9. Pedal, olesi dengan pelumas grease 3-6 sekali.
10. Freewheel, olesi 2-4 bulan sekali dengan pelumas grease.
11. Kabel Rem, selalu olesi 2-4 sekali dengan oli biasa.
12. Kabel derailleur, olesi 2-4 sekali dengan oli biasa juga.
13. Headset, gunakan pelumas grease dengan cara olesi 4-6 bulan sekali.

Buku Panduan Manual

Keselamatan Dalam Bersepeda
1. Mematuhi semua peraturan lalu lintas.
2. Pastikan bahwa ukuran sepeda sesuai dengan pengendara sehingga pengendara dapat menjangkau tuas rem dengan benar dan mudah.
3. Pastikan bahwa semua rem dan sepeda dalam keadaan baik siap bekerja sempurna.
4. Selalu menggunakan lampu di malam hari dan memasang reflektor dengan benar.
5. Hindari mengebut di kepadatan lalu lintas.
6. Gunakan tanda-tanda yang jelas ketika hendak melakukan belok.
7. Hindari berkendara yang bertumpu pada kendaraan lain.
8. Berhati-hati terhadap mobil yang parkir (pintu terbuka setiap saat) dan mobil yang masuk ke jalan.
9. Hindari pemakaian dua orang mengendarai sepeda yang khusus didesain untuk satu orang pengendara (kecuali didesain khusus dan terpasang boncengan untuk anak-anak).
10. Selalu pergunakan helm ketika berkendara dengan sepeda.
11. Hanya membawa muatan yang sejawarnya. Jangan membawa muatan yang dapat mengganggu pengereman dan penglihatan.

Sedikit Pose

Semua tips di atas diambil dari buku United Bike Avand panduan atau buku manual untuk  pemilik.

Salaam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.