Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

1441: Hari Ke-18

Belajar kemanusiaan dari otobiografi Mahatma Gandhi adalah suatu pencerahan yang berarti dalam mengisi hari-hari Ramadan. Bagiku belajar kemanusiaan sama halnya belajar agama, agama mana yang tidak mengajarkan kemanusan. Hampir semuanya mengajari kemanusiaan: cinta, akhlak, budi pekerti, norma, memanusiakan manusia dan hak asasi adalah serpihan kemanusiaan yang mesti dipasang satu persatu menjadi rangkaian yang indah.

Sejauh mana rasa kemanusiaan kita berada? Tak ada alat validasi yang apik, hanya peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dan keterlibatan kita pada peristiwa tersebut. Aku yang bicara soal kemanusiaan belum tentu mempunyai rasa itu, bisa jadi aku lah manusia yang penuh kemanu-siasian! Alias sia-sia belaka. Naas dan miris.

Selain Mahatma Gandhi, kini ada dua buku yang bisa dipelajari dengan nyantai salah satunya dari perjalanan Agustinus Wibowo di negara Asia Tengah. Perjalanan adalah induk segala pelajaran, indah sekali apa yang dialami Agustinus. Dia mengalami hal yang luar biasa, rasanya iri. Kalau aku bisa terbang, sayap ini tak akan jadi hiasan semata untuk menarik pemburu keji. Sayapku untuk langlang buana melampaui garis batas. 

Pagi, Siang & Sore
Semua hampir sama tertidur untuk mendamaikan tenggorokan dan hidung yang ringkih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...