Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Cerita Remaja Sanggar Negeriku Oleh Drs Suhari

Awalnya tampak menarik dari judul dan tema buku anak-anak dan remaja ini, seakan membawa saya ke nostalgia masa SD dan SMP dengan cerita khas zaman dahulu dengan citra pedesaan yang indah dalam imajinasi yang tersusun dalam barisan kalimat. Namun sayang semuanya tidak sesuai harapanku. Buku ini khas dicipta untuk sebuah lomba dengan bidikan pembaca anak-anak dan remaja, isi daripada buku ini 100% edukasi lingkungan. Ini sangat membantu sekali bagi anak-anak sekolah dalam memahami pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) khususnya Biologi.

Buku cerita ini sangat disayangkan hanya berisi 10-20% cerita, sementara 80-90% adalah textbook dari pelajaran IPA. Hampir seluruh isi buku berupa textbook dan bukan ilmu pengetahuan yang dirangakai pada sebuah cerita, gamblang textbook. Di buku cerita ini juga tersedia gambar gambar serangga, kondisi alam yang rusak.

Bahasa yang digunakan mudah dipahami setiap pembaca baik untuk kalangan anak SD kelas 5, maupun anak SMP. Istilah-istilah akademik atau yang mengandung bahasa Yunani tidak terlalu banyak dan disertai keterangan yang jelas. Alur cerita memang sederhana saja, diawali saat pelajaran IPA oleh Ibu Guru Sri Wilujeng. Pada proses ajar mengajar tersebut para siswa menjawab apa yang ditanyakan oleh Bu Sri Wilujeng, salah satu siswa yang menjawab adalah Romi dan Dani yang menjawab berdasarkan penelitian kecil yang dilakukan di kebun sekolah. 

Bu Sri Wilujeng saat itu merekomendasikan siswa yang tertarik pada lingkungan hidup bisa mengunjungi Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) di kawasan Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya cerita beralih kepada kedua siswa yang tertarik dengan lingkungan hidup tersebut mengunjungi PPLH Seloliman. Banyak penjelasan dan pelajaran yang diambil di PPLH Seloliman tersebut. Cerita hanya sekitar 10-20% saja, hampir semuanya berisi textbook atau teori lingkungan hidup, kimia dan fisika.

Buku cerita ini diterbitkan berdasarkan lomba lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan buku ini mendapatkan juara tiga. Para remaja diharapakan membaca buku ini karena bisa mengingat teori biologi, kimia dan fisika. Selain bisa mengingat teori juga bisa menumbuhkan cinta kepada lingkungan, pada bumi yang kita tinggali ini.

Judul: Sanggar Negeriku
Penulis: Drs Suhari
Penyunting: Febi Dasa
Dimensi: 95 halaman: 14,8x21 Cm
Cetakan: Pertama, 1995
Penerbit: Balai Pustaka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.