Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Memahami Filsafat dengan Membaca Komik Karya Fred Van Lente

Ilmu filsafat dikenal sebagai ilmu yang kurang disenangi. Apa sebab? Karena filsafat membuat otak-otak menjadi loyo, lesu karena terlalu stress akan kenjlimetannya. Kalimat-kalimat penjelasan baik yang nyata maupun abstrak dijelaskan begitu detail, dari satu sudut pandang ke sudut pandang yang ke seribu. Di sini ada formula jitu untuk memperkenalkan ilmu filsafat kepada orang awam maupun anak-anak. Ide ini sangatlah cemerlang berhubung filsafat dianggap ilmu yang menyusahkan. Apa formula itu?.

Formula sederhana pengenalan filsafat adalah dengan cara memperkenalkan tokoh dan pemikirannya dengan sebuah gambaran! Ya gambaran, gambar berupa komik. Dengan komik orang akan merasa relaks untuk belajar filsafat, dengan gambar juga orang akan merasa tertarik untuk membacanya. Fred Van Lente dan Ryan Dunlayev adalah penggagas sekaligus komikus komik filsafat, mereka berdua membuat komik filsafat dengan tujuan mempermudah pemahaman orang awam pada ilmu filsafat.
Buku yang saya ulas ini berjudul Filsuf Jagoan karya Fred Van Lente dan Ryan Dunlayev yang diterbitkan pada tahun 2006 dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Selanjutnya buku komik ini dicetak dan dialihbahasakan di Jakarta, Indonesia pada akhir tahun 2007, tepatnya pada November 2007. 

Komik filsafat ini menceritakan tokoh-tokoh besar filsafat dunia baik dari dunia Timur maupun dunia Barat, pemikiran Yunani Kuno, Tiongkok Kuno, dan Barat Modern. Kesemua filsuf yang ditampilkan pada komik ini berjumlah sembilan orang diantaranya: Plato, Bodhidarma, Nietzsche, Thomas Jefferson, Santo Agustinus, Ayn Rand, Sigmud Freud, Gustav Jung, Dan Joseph Campbell. Sangat disayangkan hanya satu saja filsuf Timur yang ditampilkan, rasanya sebuah ketimpangan. Padahal filsafat Timur mempunyai karakteristik yang berbeda dengan filsafat Barat.

Komik ini menceritakan kehidupan para filsuf di masanya dan juga menceritakan pandangan-pandangan filsuf tersebut. Saya sangat suka bahasa yang digunakan oleh penerjemah, bahasa yang ngomik sekali sehingga terbawa santai sekali. Dari bahasa yang digunakan kita juga merasa lucu, terlebih lagi dengan gambar yang ditampilkan. 

Sejatinya buku komik ini dirancang untuk orang awam dan remaja saja, terlebih untuk kalangan di Indonesia. Ada beberapa gambar yang kurang sedap dilihat untuk manusia yang belum memasuki masa aqil baligh, contoh kasusnya seperti gambar di atas tersebut. Sekali lagi komik ini bisa menjadi pedoman awal Anda yang ingin mengetahui ilmu filsafat, dengan komik ini sebagai pancingan untuk merangsang rasa suka pada ilmu yang dianggap njlimet di masyarakat umum Indonesia.

Judul: Filsuf Jagoan Jilid 1
Penulis/Komikus: Fred Van Lente & Ryn Dunlayev
Tahun terbit: Cetakan pertama, November 2007
Penerjemah: Margaretha Widiastuti
Penyunting: Andya Primanda
Dimensi: vi + 93 halaman
ISBN: 979-91-0089-5
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.