Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Mengenal Umbi Uwi

Discorea Alata, Umbi Uwi

Dioscorea alata nama ilmiah dari umbi uwi, umbi yang mempunyai batang yang menjalar layaknya pohon markisa maupun kacang panjang. Tumbuhan ini memang tidak dikenal luas di masyarakat, hanya masyarakat desa saja yang mengenalnya. Mungkin juga masyarakat muda di desa sudah tidak kenal tumbuhan ini, seiring dengan perkembangan pangan sehingga umbi-umbian kelas bawah tidak dikenal kembali.

Umbi kelas bawah yang naik kelas adalah umbi beracun, umbi gadung (D. Hispida) Keunikannya membuat umbi beracun ini tetap eksis dalam kuliner Nusantara, betapa tidak unik dari beracun hingga menjadi sebuah keripik yang mampu dimakan bebas dari racun.

Tumbuhan uwi bisa tumbuh hingga 10 meter lebih menjalar dan melilit pohon di sekitarnya. Dalam setahun hanya bisa dipanen sekali saja pada musim kemarau saja, kadang-kadang kala uwi yang tidak dipanen hingga beberapa tahun menjadi uwi raksasa. Bentuk umbi uwi ini bisa bulat, lonjong, dan bentuk tidak beraturan lainnya. Kulitnya berwarna cokelat khas tanah, sementara daging umbi berwarna putih kadang menjadi putih kekuningan karena getah (lendir) yang keluar, lendir tersebut sangat banyak keluar jadi perlu pengeringan selama satu hingga dua jam saja sebelum digoreng.

Berbagai olahan umbi uwi tercipta di Nusantara mulai dari olahan sederhana seperti ditanak hingga menjadi sebuah es krim. Daging umbi yang ditanak terasa sedikit manis, lembut dan pulen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...