Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Pasta Gigiku

Aku merasa kesal karena setiap minggu pasti ada sariawan bahkan kadang habis sembuh sariawan lain tumbuh lagi. Beberapa faktor mempengaruhi juga misalnya setiap habis makan kerupuk, keripik ataupun makanan yang asin dan sangat asin membran mukosa mulut pasti lecet dan timbulah sariawan. Mukosaku memang sangat sensitif. 

Sariawan sudah tidak datang kembali hanya sebulan sekali. Berbagai dokter sudah saya tanyakan tapi hanya menyarankan untuk asupan nutrisi yang bagus dan menjaga kesehatan mulut dengan gosok gigi malam, padahal kedua hal tersebut rutin dilakukan mulai dari SMA hingga lulus kuliah. Betapa sengsaranya!.

Pasta Gigi Yang Sudah Menemani Dari 2013

Beruntung sekali saya bertemu dokter gigi yang baik yakni teman kerja saya sendiri di RS Siloam Hospital Lippo Cikarang, saat kosultasi gratis nan santai saya hanya disarankan untuk mengganti pasta gigi saja dengan pasta gigi khusus. Pasta gigi Enzim katanya, ya pasta gigi khusus yang mengandung banyak enzim dan tidak mengandung zat detergen. Bersyukur sekali setelah menggunakan pasta gigi tersebut sariawan tidak ada lagi kecuali karena tergigit maupun karena kebanyakan makan asin. 

Pasta gigi Enzim ini terbilang mahal hanya saja sangat bermanfaat bagi gigi dan gusiku yang sensitif. Suatu hari saya mencoba untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung detergent hasilnya dua hari setelah itu sariawan timbul hingga dua buah. Pernah coba juga menggunakan pasta gigi mint ternyata rasa pedas mint tidak cocok pada membran mukosa mulutku.

Sekarang saya hanya menghindari makanan asin saja dan juga menghindari tergigit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.