Stel Velg Sepeda

"Jumlah total tagihannya Rp 40.000"

Kalimat penting yang dilontarkan oleh tukang bengkel sepeda dekat rumah. Tagihan sebesar itu cukup mahal tapi apa daya jasa memang harus dihargai. Sedikit panas juga ketika kakak ipar mengatakan harga yang dibayar terlalu mahal untuk dua velg sepeda yang peot. Tak usah dibesarkan soal biaya yang sudah terbayarkan! Hargai jasanya.

Ban Depan Dipreteli

Sekitar sebulan yang lalu ditabrak motor yang dikendarai oleh ibu-ibu di kawasan Mangunjaya. Bersyukur tidak ada luka ringan maupun luka berat, hanya saja ban depan tampak oleg saat dijalankan perlahan. Awalnya mengira rusak salah satu engsel sehingga ban berjalan oleg. Lama diperhatikan ternyata velg yang peot. Ah bersyukurlah karena aspek keselamatan masih terjaga, hanya menanggung malu saja karena estetika ban yang berjalan tidak simetris.

Beberapa kali "main sepeda" dengan sedikit malu karena ban sepeda berjalan tidak simetris baik ban depan maupun belakang. Sepeda sempat dorman dari aktivitas harian ataupun mingguan. Sedih rasanya!. 

Badan sudah terasa gemuk walaupun sudah seminggu puasa. Ya saya pikir asupan dan pembakaran tidak seimbang lagi. Olahraga favorit hilang karena kerusakan alat, berkali-kali ingin memperbaiki tapi malasnya minta ampun.

Keadaan Sudah Dipreteli Layaknya Daging  Domba 

Akhirnya hari ahad lalu, sepeda saya bawa ke bengkel langganan yang tidak jauh dari rumah. Hanya sedikit ragu saja karena bengkel tersebut mengerjakannya tidak bagus. Mencari bengkel sepeda lain yang dianggap bagus malah tutup karena si mamangnya sedang ada proyek. Malas menunggu lama akhirnya ke bengkel langganan tersebut.

Butuh sehari penuh sepeda diperbarui dengan teknisi yang saya kenal sebelumnya. Ban satu persatu dibongkar tak terkecuali jeruji ban. Satu velg ban depan tampaknya lebih baik sekarang. Giliran velg belakang yang belum dibenarkan.

Hari berikutnya (sekarang) sepeda sudah normal kembali, tidak ada geolan ataupun penyok di velg ban belakang maupun depan. Wah betapa senangnya!.

Sebelum Dieksekusi

Kesenangan itu nampaknya tidak bertahan lama hanya dua sampai tiga jam saja! Jeruji velg tiba-tiba njepat dengan suara keras! Brak! Akhirnya velg ban depan kembali bengkok kembali! Sedih! Padahal badan sudah berbaju khas pebalap sepeda dengan kaki terbungkus sepatu dan kaos kaki, rencana goes ke Banjarsari batal seketika!.

Kecewa! 

Kembali ke bengkel langganan kembali!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Serapan Bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia

Parfum Garuda Indonesia: Parfum Yang Mempunyai Hukum

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #27