Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Stel Velg Sepeda

"Jumlah total tagihannya Rp 40.000"

Kalimat penting yang dilontarkan oleh tukang bengkel sepeda dekat rumah. Tagihan sebesar itu cukup mahal tapi apa daya jasa memang harus dihargai. Sedikit panas juga ketika kakak ipar mengatakan harga yang dibayar terlalu mahal untuk dua velg sepeda yang peot. Tak usah dibesarkan soal biaya yang sudah terbayarkan! Hargai jasanya.

Ban Depan Dipreteli

Sekitar sebulan yang lalu ditabrak motor yang dikendarai oleh ibu-ibu di kawasan Mangunjaya. Bersyukur tidak ada luka ringan maupun luka berat, hanya saja ban depan tampak oleg saat dijalankan perlahan. Awalnya mengira rusak salah satu engsel sehingga ban berjalan oleg. Lama diperhatikan ternyata velg yang peot. Ah bersyukurlah karena aspek keselamatan masih terjaga, hanya menanggung malu saja karena estetika ban yang berjalan tidak simetris.

Beberapa kali "main sepeda" dengan sedikit malu karena ban sepeda berjalan tidak simetris baik ban depan maupun belakang. Sepeda sempat dorman dari aktivitas harian ataupun mingguan. Sedih rasanya!. 

Badan sudah terasa gemuk walaupun sudah seminggu puasa. Ya saya pikir asupan dan pembakaran tidak seimbang lagi. Olahraga favorit hilang karena kerusakan alat, berkali-kali ingin memperbaiki tapi malasnya minta ampun.

Keadaan Sudah Dipreteli Layaknya Daging  Domba 

Akhirnya hari ahad lalu, sepeda saya bawa ke bengkel langganan yang tidak jauh dari rumah. Hanya sedikit ragu saja karena bengkel tersebut mengerjakannya tidak bagus. Mencari bengkel sepeda lain yang dianggap bagus malah tutup karena si mamangnya sedang ada proyek. Malas menunggu lama akhirnya ke bengkel langganan tersebut.

Butuh sehari penuh sepeda diperbarui dengan teknisi yang saya kenal sebelumnya. Ban satu persatu dibongkar tak terkecuali jeruji ban. Satu velg ban depan tampaknya lebih baik sekarang. Giliran velg belakang yang belum dibenarkan.

Hari berikutnya (sekarang) sepeda sudah normal kembali, tidak ada geolan ataupun penyok di velg ban belakang maupun depan. Wah betapa senangnya!.

Sebelum Dieksekusi

Kesenangan itu nampaknya tidak bertahan lama hanya dua sampai tiga jam saja! Jeruji velg tiba-tiba njepat dengan suara keras! Brak! Akhirnya velg ban depan kembali bengkok kembali! Sedih! Padahal badan sudah berbaju khas pebalap sepeda dengan kaki terbungkus sepatu dan kaos kaki, rencana goes ke Banjarsari batal seketika!.

Kecewa! 

Kembali ke bengkel langganan kembali!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...