Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Hari-hari

Bukan niat untuk memaksa kehendak sepenuhnya, hanya saja sebagai tantangan. Apa? Memacumu untuk menjadi hal yang gemilang perlu ada pecut lain, ternyata pecut itu kalah. Dan aku tersingkir dengan malu dan gugup. Kamu memang berbeda dan aku harus berjalan dengan hal yang berbeda pula. Menyusuri pola yang ada, mungkin aku akan menjadi ikan di lautan luas. Menyusuri palung, air asin dan hal yang ajaib lainnya.

Kehendaku bukan menjerumuskan dan kamu paham. Yang tidak paham hanyalah aku yang belum paham akan pola yang ada. Kuat untuk bertahan seperti yang selalu kamu ucapkan usai saling curiga, "mengalir saja" dan "jalani saja dulu". Sihirmu terlalu lekat untukku, akupun takut untuk meninggalkan dengan kegoisan. Terlalu takut untuk kehilangan barang sejenak.

Bagiku ini teka-teki antara kotak hitam dan putih yang berjejeran, berpola dan mempunyai jalannya. Mencintaimu adalah sebuah misteri yang tidak seluruhnya misteri, hanya saja pesanmu itu selalu nyata. Dijalani dan mengalir seperti menyusuri bengawan luas nan panjang hingga pada muara. 

Ini bukanlah sebuah kekalahan bagiku, hanya sebuah pelajaran yang salah interpretasi menjadi sebuah kegagalan ego. Dan aku beruntung untuk melenyapkan sejumlah ego yang ada, kamu adalah bab demi bab pelajaran yang mesti dikerjakan dengan kenetralan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.