Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #12

Nang basa Jawa ana huruf Dh senajan wis ana huruf D.

1. Dhadhakan nglayoni (ib). Omongan sing wis mateng,  ijig - ijig ana masalah sing anyar lan ngrusak perjanjian atawa kesepakatan awal.

2. Dhadhap katuwuhan cangkring (ib). Rembugan sing wis ana kesepakatan gagal kerna ana fitnah.

3. Dhalang karubuhan panggung (ib). Omongan sing mandeg (terhenti).

4. Dandhang diunèkaké kontul (ib). Wong jahat disebut maen/apik.

5. Dandhang tumrap ing kayon. 1 hakim menggagahi perkara. 2 wong sing teka meng umahé wong lia go nuduh - nuduh sing ora pasti.

6. Dhayung oleh kedhung (ib). Wong sing nduwéni usaha ulih dalan sing gampang.

7. Dhedhak merangé (ib). Isi umah atawa desa. Contoh kalimat "Omah utawa desa iki dak-prcayakaké ing koe sadhedak merangé."

8. Dhindang karuban wang (ib). Hakim sing dilimpahi ruba.

9. Dhoyong - dhoyong aja rubuh (ib). Wong sing sering mbanget kerepotan ngalaksanakna kewajiban kerja tapi nek ulih sarana bisa ngerjakna kaya liané.

10. Dudha basong (ib). Duda miskin akeh anak.

11. Dudha kembang (ib). Duda urung nduwéni anak.

12. Dhukut kruwut (ib). Isi perumahan atawa desa mang rupa wit - witan buah-buahan.

8.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...