Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Pasar Malam Di Cijulang

Pernah ke pasar malam atau orang sekarang lebih senang menyebutnya PM? Sedari kecil saya sudah beberapa kali pergi ke pasar malam musiman. Banyak hal yang menarik yang terjadi di pasar malam, bukan hanya soal jam aktivitas pasar yang dimulai dari sore sampe larut malam tetapi juga dengan wahana permainan, kuliner dan barang-barang murah yang dijajakan pedagang.

Hari ke dua tampak sepi

Saat kunjugan wisata ke Cijulang, saya berkesempatan untuk menikmati kembali pasar malam musiman. Pasar malam di daerah biasanya diselenggarakan secara musiman yang dilaksanakan mungkin setahun sekali ataupun bisa dua tahun sekali, biasanya diselenggarakan di alun-alun kota kecamatan ataupun di lapangan kota kecamatan. Pasar malam musiman di daerah bagi saya sangat menarik daripada pasar malam permanen seperti pasar malam di Pasirgombong, Jababeka, Cikarang. Pasar malam permanen di Pasirgombong buka sepanjang tahun dengan barang dagangan yang sama seperti itu juga, tidak ada wahana permainan seperti kora-kora maupun rumah hantu.

Pasar malam musiman kali ini diselenggarakan di lapangan kota kecamatan Cijulang yang tepat berdekatan dengan kosan Rylo. Saya sendiri saat itu tinggal di kosan Rylo/Gingin wajar magnet penasaran semakin kencang untuk sekedar menikmati suasana pasar malam. Beruntung sekali saya mengunjugi pasar malam saat pembukaan jadi ramai sekali saat itu.

Riuh teriakan ketakutan, kegembiraan ataupun perasaan lainnya oleh para penumpang kora-kora, mengundang orang di jalan raya penasaran dengan apa yang terjadi di pasar malam ataupun penasaran dengan susana pasar malam itu sendiri. Saking semangatnya saya sempat dua kali berkunjung ke pasar malam yakni di hari pertama dan hari kedua. Kunjugan pertama saya ditemani Gingin dengan tujuan membeli lauk-pauk untuk makan malam. Kunjugan kedua kami bertiga (Rylo, Gingin dan Saya) berangkat untuk sekedar menikmati suasana tanpa membeli apapun, namun sayang di hari kedua sepi pengunjung mungkin karena pengaruh cuaca yang gerimis dan berangin kencang.

Wahana Permainan Yang Biasanya Ramai

Hari Pertama

Kunjugan ini istimewa karena banyak sekali pengunjung utamanya riuh teriakan ketakutan kegembiraan para pengunjung di wahana kora-kora, ombak banyu, ataupun keseruan anak-anak yang menunggang komedi putar. Mungkin karena hari pertama dan sebelumnya hujan jadi orang agak sungkan untuk datang. Jajanan banyak ditemukan baik di dalam area pasar malam maupun di luar area, kebanyakan jajanan khas pasar malam adalah martabak manis/asin, cotton candy alias harum manis, dan yang lainnya. Seperti biasanya barang murah dijual dengan harga yang hampir sama dengan pasar biasa mungkin karena sekarang banyak sekali industri jadi barang semuanya murah baik di pasar biasa maupun pasar malam. Dulu pasar malam adalah tempat barang murah namun kini semuanya sama.

Hanya sekali putaran saya dan Gingin cukup menikmati suasana pasar malam selepas itu kami kembali ke kosan untuk makan malam.

Hari Kedua
Sore itu sudah tampak mendungkung dengan hembusan angin yang cukup besar, kami yang tidak terbiasa hidup di pinggir pantai/pesisir melihat gejala alam seperti itu membuat cukup ketakutan. Berangsur angin lebih stabil dan berganti dengan mendung. Walaupun cuca begitu mencekam tidak membuat kami membatalkan untuk pergi ke pasar malam.
Hari kedua kami bertemu kembali wisatawan Rusia yang bertemu di pantai Batukaras sore hari itu. Tampaknya mereka sangat menikmati suasana walaupun pengunjung saat itu tidak banyak. Beberapa wahana permainan kosong oleh penumpang. Tak berapa lama gerimis mengundang hujan yang cukup besar dan kami pun pulang.

Selamat Malam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...