Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kecemasan

Setiap stase kehidupan mempunyai kebutuhan, tahap-tahap tertentu dan juga rintangan masing-masing. Namun semuanya ada kalanya berjalan mulus, ada juga yang terlewat stase-stase tersebut. Saya mempunyai kehidupan sendiri, mendapatkan berbagai stase yang tertinggal jauh dari perkembangan normal manusia pada umumnya. Bermain jauh salah satunya yang sekarang masih dikerjakan padahal dalam kehidupan normal bermain jauh itu sudah tidak tepat pada usia 26 tahun ini.

Ketertinggalan ke dua yakni soal jodoh ataupun pacar. Sungguh sulit bagi saya untuk siap lebih mapan dalam urusan ini. Beberapa kali menjalin percintaan dengan perempuan dan gagal karena ego yang masih terkurung dalam pola pikir anak-anak. Stress, mutlak karena lingkungan yang berjalan dengan roda putar yang sudah 'saklek' seperti rel kereta api. Ketidaknormalan adalah cap bagi setiap orang yang hidup dalam rel kehidupan yang terlalu orthodox. Saya paham bahwa setiap tempat dan budaya mempunyai standar pernikahan ataupun perkembangan-perkembangan yang lainnya.

Saya yakin suatu hari nanti akan mempunyai keluarga dan anak yang lebih bahagia dengan keterjaminan  yang cukup sempurna baik dalam segi rohani maupun keduniawian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.