Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Nike Ardilla: Best Of The Best II

Kali ini saya menulis terakhir untuk album Nike Ardilla. Kaset tape ini merupakan kaset terbaru yang saya punya sebagai koleksi. Jadi tidak ada bahan lagi untuk menceritakan tentang sang idola. Album yang berjudul Best Of The Best Vol II ini berisikan lagu-lagu yang bisa dikatakan kurang popular untuk orang yang tidak mengetahui lebih Nike Ardilla. Dari keduapuluh lagu yang ada dalam kaset, saya pastikan semua bernada agak berbeda dengan albums Best Of The Best Vol I.

Warna merah muda sangat manis dipadukan dengan foto Nike Ardilla yang memakai baju warna serupa, terlebih dengan bibir seksi dan model rambut yang tidak mencirikan zaman dahulu. Entah karena dia seorang model atau karena apa semua pakaian, model rambut dan yang lainnya tidak dianggap kuno pada zaman sekarang (2018).

Belenggu Cinta, judul lagu utama yang dipersembahkan untuk album kali ini, beberapa judul lagu juga disajikan sebagai sajian utamanya seperti: Cintaku Suci, Tegar, Cintaku Padamu. Terdapat informasi tentang website Nike Ardilla juga tapi sekarang sudah tidak aktif lagi.

Urutan lagu pada sisi A diantaranya:
1. Belenggu Cinta
2. Cintaku Suci
3. Menyibak Tirai Kelabu
4. Mengapa Harus Berpisah
5. Cintaku Padamu
6. Bila Cinta Mulai Bersemi
7. Ku Terima Cintamu
8. Dalam Biru Hatiku
9. Meraih Rembulan
10. Bayang-bayang Hitam
Album Kaset Nike Ardilla

Dan pada sisi B diantaranya:
1. Pudar
2. Luka
3. Kau Bukan Untukku
4. Rindu Kasih
5. Ku Harus Melangkah
6. Sanggupkah Aku
7. Kau Bukan Milikku Lagi
8. Bila
9. Putuslah Sudah
10. Tegar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.