Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Plesiran Meng Ujung Kulon #4

Tes sarapan nang pulau Handeleum langsung beres - beres go pindah tempat maning. Siki tujuané nyilèm (snorkeling) nang pulau Karang karo meng Pulau Oar.

Pulau Karang kur 15 meteran kayaning ra ana wit - witan kur karang karo pasir tok nang tengah laut. Nang pulau gue jan sing jenengané karang laut maené ngepol apamaning iwak - iwaké werna - werni. Ra akeh sing diceritakna nang kono soalé akeh - akehé kur dus - dusan karo silem tok. Iwak badut,  bintang laut ya ana kur sing ora ana iwak sepat wareng tok hehehehe. 

Bokong njentir
Sekitar 3 jam kang pulau Karang siki meng pulau Oar nang kono ya pada bae kegiatané,  nyilèm. Ora beda karo nang pulau Karang kur bedané dewek bisa meng pantai pasir putih. Pulau gue lumayan gede lan ana tempat plesirané (restoran karo penginapan). 

Ra ana 20 menit kang pulau Umang/Oar wis pulau Jawa (kecamatan Sumur). Wektuné go balik meng Jakarta maning. Perjalanan kang Sumur meng Jakarta kira - kira 5-6 jam nganggo dalan toll. Sekedar informasi aku karo batir - batir enthek Rp 650.000 perwong sakabeh perjalanan ket kang Jakarta meng sakabeh pulau karo fasilitas lainné. Oktober 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...