Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Datar Anjing - Bandung Kidul

Jenengan memang awehan kang wong go tempat,  benda,  wong lan lian sejabané. Ana sing lucu ana sing maen ya ana sing elek kur sakabeh jenengan mesti ana sebabé. Datar Anjing uga duwe sebabé dijenengi kaya gue (ngko tek jelasna). 

Jam 3.30 sore nembe jog tekan Pangalengan - Bandung Kidul gie sebeneré acara plesiran lan acara silaturahmi meng enggoné batir backpacker Ang Bunyanum Marsus. Deweké ngundang Ényong lan batir - batir backpacker kang Jakarta lan Kota Bandung kon nginep lan ngrasakna keindahan alam nang Pangalengan khususé nang Datar Anjing. Tes madang langsung sembayang Asyar beres - beres mangkat meng Datar Anjing karo bocah - bocah Pramuka kang SD Pangalengan. Ana lewih 10 wong sing melu camping nang Datar Anjing. 

Datar Anjing gue gunung sing paling duwur nang wilayah Pangalengan - Bandung Kidul. Nengapa disebut Datar Anjing kerna nang gunung gue akeh anjing alas gmienné dadhiné dijenengi Datar Anjing. Kang gunung gie sakabeh kota Bandung keton kabeh.

Gunung gie ditanduri kol lan sayur - sayuran tapi ana uga alas sing ésih rungkud hewan liar ge ésih ana. Nang kene ana curug karo danau uga. Dalan meng Datar Anjing gie nglewati kebon teh karo Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Jarak Datar Anjing kang Pembangkit Listrik Panas Bumi gie kira - kira 3 jam nek mlaku. 

Datar Anjing gie wis terkenal nang wong - wong Bandung sing arep pada camping soalé tempat gie indahé ngepol.
Pose nang gunug Datar Anjing - Bandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.