Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Pasar Antik Dalan Surabaya - Cikini, Jakarta

Bill Clinton presiden Amerika salah siji wong sing nenarna/nerkenalna pasar unik gie. Pasar unik gie ana nang dalan Surabaya - Menteng - Jakarta Kidul. Pasar antik lan unik gie dijenengi sesuai karo jenengan dalan sing nang ngarepĂ© pasar antik gue. Pasar Antik Jalan Surabaya. 

Sakabeh barang - barang unik, aneh, tua apa kang taun jebol ya ana arep tuku patung,  keramik cina, kipas angin kang kayu ya ana. Pasar gie wis terkenal nang wong bule - bule termasuk presiden Amerika sing wis pernah blanja nang pasar antik gie. 

Patung - paung sing didol nang pasar dalan Surabaya - Cini
Pasar antik dalan Surabaya gie beda karo pasar - pasar sing lianĂ© soalĂ© pasarè sederhana mbanget kur ruko - ruko cilik sepanjang dalan Surabaya tepatĂ© nang pinggir trotoar dalan. Ana mbok 100 meteran adohĂ© dalan sing dagang uga akeh ya kira-kira ana 150an wong sing mbukak ruko nang dalan Surabaya. 

Pedagang nang pasar antik dalan surabaya gie ra matok rega dadhi nek sampeyan arep tuku barang antik mbuh gue patung, perabot umah apa koper kudu pinter - pinter nawar. Rega barang antik biasanĂ© ora sembarangan apa maning barang gue wis tua banget lan duwe sejarah pastinĂ© reganĂ© lewih larang. 

Pasar gie memang tempaté wong - wong sing seneng seni lan wong sing seneng banget karo barang - barang antik lan unik. Nek sampeyan pengen meng pasar gie gampang nek nganggo sepur listrik kur mudun nang Stasiun Cikini mlaku ra adoh kang stasiun wis jog pasar dalan Surabaya. Ngapurané Ényong rung apal nek meng pasar gie nganggo kendaraan lainné selain sepur listrik. Soalé Ényong dewek seringé nganggo sepur listrik gie. Hehehehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...