Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Buletin Ranesi 29 Maret - 25 Oktober 2009

Artikel tentang buletin Ranesi ini memang saya tidak urutan sesuai nomor buletin ada beberapa alasan mengapa tidak urut pertama karena pencarian di lemari membutuhkan kesabaran karena buletin dari Ranesi tidak saya kumpulkan dalam satu dokumen dan yang kedua karena ada beberapa buletin yang hilang.

Halaman Muka 
Baiklah kali ini buletin Ranesi masih menggunakan format buletin seperti leaflet yang mudah untuk dibawa kemana - mana. Wajah buletin Ranesi saat ini bergambar para seniman yang sedang memainkan alat musik tradisional Jawa. Foto ini mempunyai keterangan Hilversum, kota dimana gedung RNW berdiri. Menuju ke halaman dua terdapat foto si Cantik Feba Sukmana yang baru bergabung pada Februari 2009. Lulusan sastra Universitas Indonesia ini mendapatkan kesempatan beasiswa di Universiteit Leiden. Acara dengan balutan baru yakni Dimensi (Aneka Pandangan) yang lebih infomatif, edukatif, variatif dan interactif.

Feba Sukmana Bintang Baru Ranesi
Seperti buletin Ranesi sebelumnya di halaman 3-5 terdapat peta dunia dengan zona waktu Indonesia di sebelah atas dan di bawah terdapat: halaman 3 berisikan jangkauan satelit yang menyiarkan Ranesi, halaman 4-5 berisikan jadwal siaran Ranesi dalam 3 zona waktu Indonesia.

Peta Jangkauan Satelit
Halaman 6-7 bagian atas terdapat artikel tentang Planning: Kata Kunci Wanita Karir yang ditulis oleh Endang Sri Lestari Handayani Van Houwelingen - Soerjosoemarno. Mbak Endang demikian sapaanya menjelaskan tentang pengalaman bekerja di RNW dari tahun 1975. Dalam artikel ini mbak Endang menyampaikan sampai jumpa kembali. Kini mbak Endang memutuskan untuk pensiun dini.

Goodbye Mbak Endang
Di bawah ucapan selamat menikmati masa pensiun mbak Endang terdapat susunan acara Ranesi. Ya kali ini buletin lebih lengkap dengan adanya acara yang dicantumkan. Beberapa acara Ranesi kala itu yakni: WB & PS (Warta Berita dan Percikan Sepekan),  Gema Warta, Buku Dengar, Dimensi, E-NL, Kamera, M&M, Intra, dan Bunga Ramai. Dilihat dari varian acara yang disediakan memang benar apa yang dikatakan di atas bahwa terdapat pengurangan jumlah acara.

jadwal acara ranesi
Terakhir terdapat artikel: Ranesi 24 Jam Sehari yang menyebutkan bahwa pemimpin redaksi Ranesi bukan saja mempercantik diri tapi juga memilih menyampaikan berita lebih cepat dan multimedia. Tentunya dengan liputan berupa video di lelaman Web Ranesi di Www.ranesi.nl
Ranesi 24 jam sehari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...