Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

A Nowrouz Recipe: Sabi Polou and Fish

4 Serving

Rice 500 gram
Herbs (parsley, dill, coriander, fenugreek, spring onion ends) 1 kg
Cooking oil
Fresh lime juice 0,5 cup
Extra virgin olive oil 0,5 cup
Coriander 50 gram
Mint 50 gram
Saffron 0,5 tea spoon
Salt
Black pepper

Directions
Wash herbs and cop finely, then add salt and black pepper. Boil the rice, each glass with 1,5 glasses of water. After it is half cooked and rinsed, mix it with herbs and continue cooking. When the water is absorbed completely, make the heat low for 30 minutes in order for the rice to get ready.

Sabi Polou is usually served with fish. Cut fish length wise from below. Remove inside then wash inside and out, and dry throughly. Place each side under gill at higher temperature for 5 -10 minutes so that skin dries up. Remove fish and separate skin which should come of easily.

Prepare sauce as following: wash and finely chopped coriander, parsley and mint. Add lime juice, olive oil, saffron, salt, black pepper and mix well.

Cover suitable pan with aluminium foil and place fish on the top. Add the sauce both side as well as inside. Cover with the sheet of aluminum foil and cook in the oven at medium temperature for 45 minute to the one hour. Note however that exact cooking time depends on the cook type.

Add more sauce 2-3 time during cooking. When cooked, decorate fish parsley. Serve with Sabzi Polou. It is customary to serve fish with Sabzi Polou on Naurouz party.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.