Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

7 Positive Steps For Dad To Get Healthy And Fit

1. Cut up some fresh fruit for breakfast. Men are much more likely to develop a fruit habit if it is cut up and presented to them. Try oranges, mandarin, banana, kiwi fruit, rockmelon or pawpaw.

2. Fire up of barbie! To get right proportion of the food in the plate,  find way to incorporate some vegetables and cut back on protein portion. Try skewers of lean meat, chicken or fish mixed with red and green capsicum, mushrooms or chunks of peeled sweet potato. Corn cobs are also great cooked on the barbecue. Grilled fresh asparagus or slice of sweet potato or pumpkin are delicious. Small whole onion cook easily if turned frequently on the hot plate. It's also good idea to marinate meat or chicken in a mixture that include a little honey and olive oil as it helps reduce formation of any possible carcinogenic substances during barbecue.

Salad
3. Keep bottles of cold water in the fridge and make sure they are on the table at mealtime.

4. Be creative with salad. Give Dad a recipe book that includes delicious Asian and Mediterranean style salad. Make green salad more popular by blancing broccoli, green beans and snow peas boiling water for 1-2 minutes, then plugging in to basin of iced water for a minute or so. Drain and toss with a little extra virgin olive oil,  a spoonful of balsamic vinegar and some toasted sesame seeds.

5. Ask dad to play active game. Most love backyard cricket and few men can resist trying their skills with a basketball ring.

6. How about sking before the season ends?  Or find a warm swimming pool and start training to be ready for summer or just enjoy some water polo.

7. Get him off the coach and look for some local hiking trails and suggest a weekend walk and go orienteering.  Even a short daily walk around the block is a good start. Good luck!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...