Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

MATOA INDONESIA Jam Kayu Testimonial

Hari itu saya gundah untuk membeli produk yang penuh dengan syarat akan keindahan seninya.  Berfikir panjang saya memilih Matoa Indonesia ataupun merek lainnya? Dengan dasar pengalaman yang cukup lama dalam dunia bisnis jam kayu Matoa Indonesia menjamin akan kualitas produknya tentu hal tersebut mendesak saya untuk membeli jam tangan kayu yang mereka tawarkan.

Berawal dari foto di instagram Matoa Indonesia yang selalu posting tiap minggunya saya menjadi jatuh cinta. Beberapa hari saya dalam kondisi jatuh cinta pikiran saya pun selalu berfikir keras dan mengkhayal untuk mempunyai jam unik produk Matoa Indonesia. Berbagai cara untuk meneguhkan hati saya untuk memilih produk Matoa Indonesia adalah mengunjungi websitenya. Bagi saya webs dari Matoa Indonesia adalah web terbaik dari sejumlah web yang menjual jam tangan kayu. Akses mudah dan ringan saat menggunakan handpone selain itu web terlihat sederhana, menarik dan elegan.
 
Pada tanggal 24 Januari 2017 saya membuat pemesanan jam tangan kayu dengan tipe Rote melalui website resmi Matoa Indonesia. Pembelian melalui web bagi saya sangat mudah dipahami, lebih simpel dan lebih terpercaya terutama saat anda melakukan pembayaran karena Matoa Indonesia menggunakan sistem sistem virtual account Bank Permata. Jadi kekhawatiran untuk ditipu adalah 0%!

Untuk pengiriman barang ke seluruh wilayah Indonesia digratiskan sehingga menambah kebahagiaan para costumernya. Jam istimewa ini dibungkus dengan istimewa juga karena menggunakan tas kadut cantik gambar lambang matoa dengan huruf M besar bergambar kayu. Wadah jam terbuat dari kayu dan terasa lebih istimewa lagi.

Dari segi estetika produk Matoa memang terlihat lebih keren daripada yang lainnya selain itu kualitas jam kayu yang mumpuni membuat saya semakin pede untuk mengenakanya. Selama penggunaan lebih dari empat bulan jam tangan matoa tidak mengalami masalah ataupun kerusakan baik di engsel maupun bagian yang lainnya.
Matoa Rote

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...