Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kesulitan Menginggat Nama

Tidak sedikit pria hafal/ mengetahui nama-nama bunga

Begitu banyak nama atau juga sebutan dalam dunia ini, mulai dari benda, organ, zat, dan semua yang ada di alam semesta termasuk dalam alam 'lainnya' mempunyai sebuah nama atau sebutan. Manusia pertama di semesta pernah bedialog dengan Tuhannya, dalam kisah suci itu diceritakan bahwa Adam belum mengetahui apa-apa tentanng benda maupun hal lainnya, maka is bertanya pada Tuhan tentang nama benda tersebut, begitulah kiranya cerita/kisah yang pernah baca di kitab suci.

Beberapa waktu lalu saya menemukan banyak meme perbandingan antara pria dan wanita soal penyebutan nama-nama warna, digambarkan dalam meme tersebut bahwa pria hanya menginggat Nama warna berdasarkan warna primer saja, sementara perempuan menyebutkan atau menginggat setiap detail nama warna, jadi bukan warna primer saja. Saya tidak tahu faktor yang menyebabkan  seorang pria tidak menginggat semua jenis warna. Beberapa hal juga sebaliknya seorang wanita tidak bisa menyebutkan dengan details, sementara pria lebih mengetahuinya. 

Saya sendiri mempunyai kesulitan menghafal nama-nama jenis pisang. Kita semua tahu bahwa pisang tidak hanya satu tapi mempunyai banyak sekali jenisnya. Perbedaan itu bukan dari segi nama saja melainkan bentuk, warna dan rasa. Walaupun terdapat perbedaan di setiap jenis pisang, tapi entahlah sangat sulit menginggat namanya. Mungkin Anda sekali ada yang seperti saya?!.

Saya tidak tahu semua ikan di bawah kakiku ini

Selain jenis-jenis pisang juga saya kesulitan menghafal atau menginggat nama jenis-jenis padi. Bukan soal na saja saya juga bingung membedakan ini nasi apa?! Yang saya tahu hanya ketan, nasi/beras biasa, nasi pandanwangi, nasi merah dan ketan hitam. Masalah lainnya pada otak saya adalah susah menghafal nama orang yang baru dikenal. 

Walaupun masalah ini bukan hal utama rasanya ingin sekali bisa hafal maupun ingat tentang segala hal. Terima kasih Tuhan atas nikmatMu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.