Langsung ke konten utama

Anak Rusa Mencari Tuhan: Novel Filsafat Khusus Kanak-kanak

Mengenal Kartu QSL

Sejak saya menjadi pendengar radio internasional, saya gemar sekali mengumpulkan kartu QSL dari berbagai radio  internasional. Bukan tanpa alasan menyukai dan mengoleksi kartu QSL ini. Bagi saya sendiri mengumpulkan kartu QSL sangat menarik terlebih lagi dengan gambar-gambar indah di kartu tersebut, sekilas mirip dengan kartu pos, karena mirip kartu pos, saya suka!. 

QSL VOV Bahasa Indonesia

Saya pikir tidak semua orang mengetahui apa itu kartu QSL, jangankan soal kartu, soal radio internasional juga mungkin tidak tahu. Baiklah akan saya ceritakan/jelaskan apa itu kartu QSL dan bagaimana cara mendapatkannya. 

Kartu QSL adalah kartu berbentuk mirip sekali dengan kartu pos bergambar namun dibelakang kartu terdapat sebuah keterangan berupa ucapan terima kasih/verifikasi atas pelaporan penerimaan siaran radio internasional yang telah dipantau oleh pendengar dan dikirimkan ke alamat stasiun radio tersebut.

Isi Kartu QSL

Beberapa informasi yang dimuat dalam kartu QSL adalah nama pemantau siaran, frequensi yang dipantau, jam pemantauan, tanggal pemantauan, tanda tangan orang yang memverifikasi, dan ucapan terima kasih. Kartu QSL biasanya bergambar pemandangan negara asal radio, gambar budaya, gambar gedung/pemancar radio, gambar penyiar radio, dan gambar-gambar lainnya yang mencerinkan negara asal radio tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan kartu QSL? Untuk mendapatkan kartu ini diharuskan memantau siaran radio internasional dan mengirimkan surat/email ataupun pesan lainnya berupa hasil pantauan yang berisikan jam siaran, frequensi dan tanggal pemantauan kepada stasiun radio yang dipantau. 

Berikut beberapa contoh kartu QSL yang dikirimkan oleh radio internasional: (sedang menunggu QSL datang lagi yang lainnya sudah dibungkus rapih males bongkar-bongkar). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...