Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Mengenal Kartu QSL

Sejak saya menjadi pendengar radio internasional, saya gemar sekali mengumpulkan kartu QSL dari berbagai radio  internasional. Bukan tanpa alasan menyukai dan mengoleksi kartu QSL ini. Bagi saya sendiri mengumpulkan kartu QSL sangat menarik terlebih lagi dengan gambar-gambar indah di kartu tersebut, sekilas mirip dengan kartu pos, karena mirip kartu pos, saya suka!. 

QSL VOV Bahasa Indonesia

Saya pikir tidak semua orang mengetahui apa itu kartu QSL, jangankan soal kartu, soal radio internasional juga mungkin tidak tahu. Baiklah akan saya ceritakan/jelaskan apa itu kartu QSL dan bagaimana cara mendapatkannya. 

Kartu QSL adalah kartu berbentuk mirip sekali dengan kartu pos bergambar namun dibelakang kartu terdapat sebuah keterangan berupa ucapan terima kasih/verifikasi atas pelaporan penerimaan siaran radio internasional yang telah dipantau oleh pendengar dan dikirimkan ke alamat stasiun radio tersebut.

Isi Kartu QSL

Beberapa informasi yang dimuat dalam kartu QSL adalah nama pemantau siaran, frequensi yang dipantau, jam pemantauan, tanggal pemantauan, tanda tangan orang yang memverifikasi, dan ucapan terima kasih. Kartu QSL biasanya bergambar pemandangan negara asal radio, gambar budaya, gambar gedung/pemancar radio, gambar penyiar radio, dan gambar-gambar lainnya yang mencerinkan negara asal radio tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan kartu QSL? Untuk mendapatkan kartu ini diharuskan memantau siaran radio internasional dan mengirimkan surat/email ataupun pesan lainnya berupa hasil pantauan yang berisikan jam siaran, frequensi dan tanggal pemantauan kepada stasiun radio yang dipantau. 

Berikut beberapa contoh kartu QSL yang dikirimkan oleh radio internasional: (sedang menunggu QSL datang lagi yang lainnya sudah dibungkus rapih males bongkar-bongkar). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.