Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Minasarua Bubur Khas Bima

Rasanè kurang pas nek plesiran adoh tapi ra ngerasakna atawa nyicipi panganan khas kang daerah sing diplesiri. Kota Bima janjané akeh panganan tradisional kur mbuh nang ndi sing pada adol. Ora sih mbanggakna wong Jawa jan tiap warung panganan atawa jajanan akeh - akehè wong Jawa sing adol. Dadi nek jerèku Bima gue wis dijajah nang wong Jawa kerna langka mbanget kuliner khas Bima sing diadol. Jal arep nyicipi panganan khas apa nek sing adol kabeh wong Jawa?  Bingung ra hayo?! 

Saiki kancaku ngajak nyicipi kuliner khas Bima yague Minasarua, mandan angel ngoleti panganan khas gie. Enyong ge arep nyicipi panganan gie sampe lunga adoh lewih kang 30 menit nganggo motor. 
Satu porsi bubur rempah minasarua

Minasarua yague bubur khas Bima sing ingsiné bumbu - bumbu rempah misalé bae ana jahe, kunir, mrica,  kayu manis, lan sejabané. Ana komposisi sing unik uga yague glendo (ampas sekang gawe lenga klentik) dadi bubur gie ana minyaké. 

Ingsi utama kang bubur minasarua yague tape ketan ireng. Jelas nek tes madang bubur gie rasanè mandan anget sa awak - awak. Apa sebabé ? Rempah karo tape ketan ireng!Minasarua disuguhna panas - panas dadi ora nganggo es!  Tapi nek gelem dimodifikasi bisa karo es dadi rasa adem karo anget rempah - rempah nyampur dadi siji. Tambah enak jelasé. Sayang mbanget Enyong ra njaluk resep bubur gie ya mudah - mudahan engko ana sing aweh resep asli.

Bima, 17 Oktober 2016
11:37 WITA 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.