Cimplung: Kuliner Camilan Sang Penyadap Gula

Cimplung Dari Bahan Singkong

Panganan ini mengingatkanku pada masa kecil di mana kampung halaman masih banyak penyadap lahang/badeg dari pohon kelapa. Orang Jawa menyebutnya Cumplung, mungkin berasal dari kata tiruan bunyi plung tanda suatu benda masuk atau tercebur ke dalam air. Ada benarnya juga nama cimplung tersebut karena saat kita memasukan bahan cimplung harus diceburkan dulu ke bejana besar tempat pemrosesan gula kelapa.

Cimplung sendiri rasanya sangat manis dengan tekstur lembut dan empuk. Rasa manis cimplung berasal dari sari badeg nira yang menempel sebagai air penggodok bahan cimplung. Bahan cimplung biasanya dari berbagai bahan misalnya kelapa sedikit muda (kelapa urab), singkong, kulit singkong, pisang, ubi, ataupun talas, terkadang orang juga menjadikan buah sukun sebagai cimplung. Ya sejatinya cimplung adalah berbagai bahan makanan yang dimasak di dalam air nira pada pemrosesan gula kelapa ataupun gula aren (enau). 

Cara memasak atau membuat cimplung tidaklah sulit, bahan tinggal dibersihkan atau dibuang kulitnya atau bahkan dengan kulitnya (tergantung bahan), masukan bahan ke dalam kuali besar tempat pembuatan. Masukan bahan saat sudah mendidih atau menjelang air badeg menjadi sebuah gumpalan lembek gula. Untuk bahan yang agak keras (singkong) dan perlu waktu lama sebaiknya dimasukan atau dimasak saat mendidih, sementara bahan yang cukup lunak (kelapa, pisang etc) bisa saat gumpalan badeg akan menjadi gula. Pemasakan juga tergantung selera, kadang ada orang yang tidak suka dengan cairan badeg maupun tidak suka dengan gula yang hampir mengeras. Semua tergantung selera!

Setelah dirasa cukup matang, cimplung diangkat dengan menggunakan alat masak dan tiriskan, tunggu sampai dingin maupun hangat. Saat sudah terlalu dingin rasa cimplung tidak lagi enak, waktu terbaik saat makan cimplung adalah saat bersuhu hangat kuku. 

Cimplung Yang Dibuat Dari Air Badeg Kelapa

Badeg sari kelapa menimbulkan cita rasa yang berbeda daripada badeg dari pohon enau atau pohon aren, pada umumnya orang lebih menyukai cimplung yang dimasak dalam air sari aren.

Tidak dianjurkan untuk penderita kencing manis (Diabetes Mellitus)! Bahaya!.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Serapan Bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #27

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #29