Mie Ongklok Teman Setia Saat Dingin

Kuah Kanji Mie Ongklok

Asik makan lagi! Makanan yang beda dari biasanya sangat membuat saya tertarik mencoba terlebih yang aneh-aneh. Dalam kesempatan kali ini, saya mencicipi Mie Ongklok khas Dieng, mumpung ada di Dieng harus mencicipi kuliner khas kota ini, disayangkan jika ke Dieng tanpa makan Mie Ongklok. 

Merupakan makanan khas daerah Wonosobo dan wilayah sekitarnya, Mie Ongklok tercipta dari beberapa bahan yang bersumber dari bahan yang tersedia di Wonosobo khususnya kol, kucai dan kuah kanji. Seperti saudaranya Mie Ayam, Bakmi dan Mie lainnya, mie ini hanya berbeda dari segi bahan campurannya seperti kuah kanji, irisan kol, tahu, pecai dan lauk lainnya seperti sate. Beberapa jenis Mie Ongklok lainnya mempunyai bumbu berbeda seperti bumbu kacang, ebi, gula jawa dan rempah-rempah lainnya. 

Kenapa disebut Mie Ongklok? Karena Mie ini dimasak dalam ongklok. Ongklok sendiri nama wadah tempat masak mie yang terbuat dari bambu, bentuknya mirip gayung kecil. Oleh karena mie tersebut dimasak dengan ongklok maka disebut Mie Ongklok.

Sajian Berselera, Mie Ongklok

Mie ongklok disajikan dengan beberapa lauk misalnya kerupuk, sate, tempe, dan lauk lainnya. Tekstur mie yang kenyal dan kuah dari kanji membuat makanan ini sangat empuk dimakan. Dalam keadaan hangat atau panas sangat dianjurkan karena kenikmatan muncul saat hangat atau panas. Wonosobo dan Dieng merupakan tempat yang cocok untuk makan Mie ongklok di mana udara di kedua tempat tersebut mempunyai hawa dingin. Harga satu porsi Mie Ongklok tanpa tambahan lauk lainnya berkisar Rp 10.000. 

Perlu diketahui bahwa mie ongklok yang saya makan saat itu tidak ada irisan daging melainkan hanya irisan daun kol, pecai dan tahu. Mungkin ini jenis Mie Ongklok yang lainnya yang patut dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Serapan Bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia

Parfum Garuda Indonesia: Parfum Yang Mempunyai Hukum

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #27