Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Asiknya Punya Perangko Pribadi

Tahu perangko kan?!
Kalau perangko prisma tahu?

Perangko prisma alias perangko pribadi yang dicetak menggunakan foto dari seseorang yang menginginkan fotonya/karyanya dicetak menjadi sebuah perangko yang sah. Perangko prisma tentu saja bisa digunakan di mana pun Anda berada selagi masih di wilayah republik ini. Perangko istimewa ini terletak pada gambar yang lain daripada yang lainnya, gambar pada perangko prisma mempunyai nilai sangat pribadi sekali bagi seseorang yang mencetaknya.   Perbedaan antara perangko prisma dengan perangko lainnya adalah nilai dari sebuah gambar yang bersifat pribadi, sementara perangko biasa dicetak massal oleh pemerintah dengan gambar yang sudah ditentukan oleh pihak pemerintah ataupun kantor pos.

Perangko Prisma Dengan Gambar Diri Saya Sendiri

Bagaimana cara membuatnya?

Perangko prisma tidak sama dengan perangko edisi lainnya yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah (kantor pos). Perangko prisma dibuat karena permintaan seseorang yang membayar untuk menjadikan foto/karyanya dicetak dalam sebuah perangko, pencetakan perangko prisma dilakukan oleh pihak resmi kantor pos (pemerintah) di kantor pos besar tertentu. Langkah-langkah untuk membuatnya cukup gampang, diantaranya:

1. Persiapkan dokumen berupa foto atau karya tertentu baik berupa softcopy ataupun hardcopy atau objek yang akan dijadikan gambar dalam perangko prisma.

2. Datang ke kantor pos besar tertentu, biasanya kantor pos setingkat keresidenan (Sub wilayah) misalnya untuk wilayah Keresidenan Priangan berada di kantor pos Tasikmalaya, di Wilayah Banyumas di Kantor Pos Purwokerto. 

3. Tanyakan pada costumer service untuk perihal perangko prisma.

4. Penyerahan dokumen softcopy ataupun hardcopy untuk dicetak dan pembayaran bea cetak.

5. Tunggu sampai petugas memberikan hasil dari perangko prisma yang anda pesan.

Sheet Perangko Prisma Bergambar Maestro Suling Bali, Gus Teja

Hanya lima tahapan saja untuk membuat perangko prisma! Cukup mudah sekali bukan?!. Selain mendatangi kantor pos yang menyelenggarakan pencetakan perangko prisma, anda mungkin bisa saja meminta bantuan kantor pos terdekat untuk mencetak perangko prisma yang anda inginkan. Dalam hal ini mungkin ada biaya tambahan atau perjanjian-perjanjian lainnya misalnya seperti waktu tunggu yang cukup lama dan yang lainnya.

Mahal Ya?!

Waduh soal biaya itu masuk ke dalam katagori subjektif antar individu. Buat saya biaya pembuatan perangko prisma cukup murah, untuk satu sheet saja dihargai Rp 3.2000. Dalam satu sheet terdapat 8 perangko prisma yang mempunyai nominal harga Rp 3000 perperangko. Kalau dihitung-hitung dengan uang Rp 3.2000 maka satu perangko dihargai Rp 4000 (Rp 32000÷8). Jadi ongkos percetakan hanya dihargai Rp 1000 perperangko. Cukup murah bukan?! terlebih perangko yang anda miliki mempunyai gambar yang anda inginkan.

Perangko Prisma Bergambar Gus Teja

Generasi millennial mungkin yang mencari alternative lain dalam berkomunikasi mungkin lebih cocok menggunakan perangko prisma sebagai alat pembayaran yang sah saat berkirim kartu ucapan ulang tahun, tahun baru, ataupun hal spesial lainnya. Mungkin ada kalangan generasi millinnial yang sudah muak akan ucapan selamat ulang tahun, ucapan tahun baru atau ucapan lebaran dengan menggunakan aplikasi perpesanan instan, kartu pos dan perangko prisma merupakan alternative yang sangat membuat orang lain berkesan. Silahkan mencoba dan rasakan keindahan rasa dalam menyampaikan kegembiraan dalam perayaan anda!.

Perangko prisma dibuat bukan satu sheet kertas tanpa pembungkus melainkan satu sheet dibungkus dengan kertas yang apik juga. Dalam sheet utama perangko bukan hanya isi gambar perangko saja melainkan satu gambar besar untuk foto yang terdapat di perangko prisma. Mungkin kalau dalam sebuah artikel, foto besar itu disebut 'judul'. 

Terima Kasih Fotografer Handal Zaenal Mustofa Untuk Foto Kerenya

Saya beruntung sekali mempunyai rekan Pak pos yang baik sejak zaman saya SMP sampai jebrog masih melayani dengan baik. Terima kasih pak Pos! Dengan bantuannya, saya bisa mencetak perangko prisma dengan foto yang saya sukai. Anda mau mencobanya? Ayo ke kantor pos!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.