Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Jangankan Menjadi Orang Lain

Menjadi diri sendiri hal yang sangat menyenangkan, bagaimana tidak sebuah anugerah yang diberikan Tuhan sangat nikmat dirasakan, baik saat kesusahan maupun saat senang.

Kali ini, jangankan menjadi orang lain menjadi diri sendiri juga susah. Sudah beberapa kali gagal wawancara kerja. Inilah suatu kehidupan yang bisa dikatakan sebagai ujian atau juga bisa disebut sebagai nikmat. Tinggal pilih sudut pandang.

Banyak jalan dan harapan yang dilalui maupun diinginkan, hanya tidak setiap nomor dari harapan menjadi sebuah kenyataan yang menyenangkan. Jika saya berpandangan sebelah mata ataupun memandang dengan mata yang sempit, apalah jadinya saya. Stress yang luar biasa karena belum mendapatkan pekerjaan menjadi masalah yang cukup besar dan berat. Beruntung Tuhan memberikan rasa dan pandangan yang berbeda untuk otak dan hati saya. Tersenyum tanpa kehilangan harapan.

Harga diri! Ya suatu nilai yang harus dijaga walaupun sudah di ujung tanduk ataupun di pinggir jurang dalam. Kondisi genting yang mengerikan. Otak dan hatiku, Aku berterimakasih dengan sisa-sisa harapan yang semakin hari semakin teguh untuk selalu menjalankan kehidupan yang indah ini. Terima kasih.

Jam empat sore hari ini, mendapatkan pesan pengumpulan wawancara kerja dari Bali Safari Park. Tidak lolos.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...