Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Nguching: Tradisi Njioti Sajen Umah Anyar

Ngucing, awalè istilah apa gue?! Ternyata istilah gue go kegiatan njiot panganan sing didadikna sajen go umah anyar. Mbuh kang apa asalè istilah ngucing gue?! Apa istilah gue dijiot kang kelakuan kucing sing cokan njiot panganan wong lianè. Bisa jadi soalè kegiatan gue memang njiot panganan sajen sing sejatinè sajen kur go arwah leluhur.

Biasanè sajen di tempatna nang tampah karo wadah-wadah lianè kaya mangkok, genuk (tempat beras) atawa tempat liannè. Apa bae panganan sing didadikna sajen go umah anyar? Sajen khusus go arwah leluhur biasanè ana kembang pitung werna, bubur abang karo putih, banyu godong tawa, mbako atawa rokok, minyak duyung ora ketinggalan menyan. Selain kang sajian utama sajen ana uga persembahan lianè kaya jajanan pasar, gedang raja mentah setundun, beras segenuk, dengan ijo, premen, lan panganan liannè.

Bibi Timah Gawe Sajen

Tujuan utama sajen sing go ngucing yague go persembahan leluhur pas nerapna/munggahna payon umah. Munggahna payon umah pertanda umah wis dadi, wis siap dienggoni. 

Ora akeh sing arep diomongna kerna langka bahan informasi sing utama atawa sing paling dipercaya.

Wengi Rebo karo ngrungokna radio cina internasional, 10 April 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...