Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : I

Idu didilat maneh - Orang yang telah mengatakan sesuatu kesanggupan atau janji, ditarik kembali.

Idhep-idhep nandur pari jero - Berbuat kebaikan kepada orang yang tidak membalas.

Ilang jarake kari jaile - Orang yang hilang keperwiraanya, tinggal sifatnya yang buruk.

Ila-ila ujare wong tuwa - Orang yang patuh pada petuah orang lama.

Ilu-ilu kapilayu - Orang yang hanya ikut-ikutan dari orang yang ikut-ikutan.

Ina diwasa mangangsa-angsa - Orang tua yang tidak waspada terhadap anaknya yang sudah dewasa.

Ina kulina - 1 Orang yang segan bersaudara/akrab. 2 Orang yang menemukan barang sesuatu, tapi diam saja tidak memberitakan barang temuan.

Ina pralaga - Orang bertengkar tanpa saksi.

Ina riba - Orang yang mempunyai perkara tapi tidak bisa melanjutkan di pengadilan karena kurang biaya.

Ina sabda - Orang kehilangan barang tanpa saksi.

Ina sabda pralena - Orang mengatakan akan berbuat jahat namun dirinya terkena sial.

Ina saksi - 1 Orang yang dalam perkara tidak mempunyai saksi yang cukup. 2 Bersaksikan seorang perempuan.

Ina sandi pralena - 1 Mengerjakan sesuatu yang bersifat rahasia namun kurang hati-hati. 2 Orang memasang ranjau tetapi lupa diambil sehingga mengenai orang lain.

Iwak kalebu ing wuwu - Orang yang mudah tertipu.

Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.