Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : Se - Su

Sekul urup - Salah paham.

Sembrana parikena - Bercanda dengan penuh maksud.

Sembur-sembur adas - Banyak orang yang memuji/harapan, barang kali ada yang terkabul.

Semut marani gula - 1 Orang yang berusaha mendapatkan barang sesuatu untuk dimiliki. 2 Orang yang berusaha mendekati orang kaya.

Semut gadu gajah - Orang kecil mengadudomba orang kaya.

Sendhang kaapit ing pancuran - Tiga saudara, dua lelaki satu perempuan.

Sendhen kayu aking - Orang yang digugat bersandar pada orang mati.

Sepi abawa rena - Orang menggugat tanpa saksi dan bukti.

Sepi abaya tara - Melaporkan perkara ke perdata tanpa surat.

Setan anggawa eting - Suka mengadudomba.

Setan katon - Suka mengadudomba.

Setan nunggang gajah - Orang yang hanya mencari enak sendiri.

Sidhakep/sedhakep (a)ngawe-ngawe - Orang yang berniat menghentikan kebiasaan buruk tapi ragu-ragu.

Sidhem kababar - Pencuri tertangkap basah.

Sidhem kanginan - Menyembunyikan penyakit.

Sidhem madhemdhem - Peristiwa pembunuhan dilaporkan setelah jenazah dikuburkan.

Sidhem magagar - Peristiwa pembunuhan dilaporkan setelah jenazah membusuk.

Sidhem mangarang - Orang merahasiakan peristiwa perkelahian dengan senjata tajam.

Sidhem premanem - Orang menyembunyikan peristiwa pembunuhan.

Sidhem warut - Orang yang tidak melaporkan peristiwa perkelahian.

Sigar semangka - Pembagian yang adil.

Si gedheng lan si anthuk - Orang yang sepakat berbuat jahat pura-pura tidak saling mengenal.

Sileming gabus - Tidak boleh diharap-harapkan.

Sima bangga anduraka amet mangsa - Mencuri dan membunuh korban.

Sima bangga tanpa karana - Orang gila mengamuk.

Sima memangsa tan wikan ing baya pejah tan wikara - Orang yang menganggap gampang barang milik raja.

Singa memangsa tata upaya - Penyihir yang mencari nafkah dari fitnah.

Simbar tumarap ing sela - Orang yang menggugat dengan alasan yang dicari-cari dan saksi palsu.

Sinambung rapet - 1 Orang berselisih dirukunkan. 2 Barang sesuatu dikatakan dengan baik agar barang tersebut tidak buruk oleh pendengar.

Sinjang luwas ing sampiran - Orang pandai tak terpakai dalam pekerjaan.

Singa andaka ngadu rasa tan wrin ngulah - Orang menjadi perantara orang jahat.

Singa papa ngulati mangsa - Orang mengirimkan orang-orang untuk meminta dana.

Singidan nemu macan - Orang berusaha menyamar kepergok dengan orang yang mengenalnya.

Sipat kandel - Barang sesuatu yang tidak boleh dipakai sebagai landasan untuk dipercaya.

Sipat kuping - Orang yang lari cepat.

Sirah loro - Orang mengabdi dua majikan.

Siram-siram bayem - Doa/harapan orang banyak siapa tahu dikabulkan.

Sirnaning jaya - Orang dalam perkara menentang ucapan dan perkataan saksi.

Sisik melik - Barang hilang ditemukan di tempat orang lain.

Siti tinabela - 1 Orang digugat tidak membalas, kemudian hari membalas. 2 Orang yang melacak barang hilang ke desa lainnya tanpa memberi tahu lurah.

Slaman-slumun (sluman-slumun) - 1 Orang yang bolak-balik ke tempat angker, gawat, bahaya namun selamat. 2 Orang tidak tahu sopan santun.

Slekam-slekom - 1 Orang memberikan sesuatu bukan barang miliknya. 2 Memakai barang bukan miliknya tanpa izin.

Sok ana gula akeh semute - Orang kaya banyak yang mendekati.

Sona belang mati arebut mangsa - Orang yang berebut barang keduanya mati karena perkelahian.

Songgom egrek-egrek - Tidak teguh saat diberi kepercayaan menjaga sesuatu.

Soso tambung laku - Salah paham karena sikap atau ucapan yang samar.

Soso ulon - berbicara bertengking.

Srama pinggiring jurang - 1 Orang memberikan amal pada orang jauh. 2 Orang berbuat sesuatu yang menuntun pada kecelakaan.

Srengenge pine, banyu kinum, bumi pinendhem geni pinanggang - Pelaksanaan pengadilan harusnya melihat masalah dengan jelas.

Srenggala kari mangsa bogayem - Orang mondok dari desa ke desa dengan mengaku utusan raja yang berdinas.

Srenggala met mangsa olih boga weh wisa - Orang meminta dana kepada masyarakat dengan mengaku perintah raja.

Srenggalem dhustem amrih boga jodanem - Orang yang menghubungi/melindungi penjahat untuk dapat makanan/uang.

Sri gunung - Dari kejauhan tampak bagus/indah didekati buruk.

Sri wisa upaya - Orang berselisih dalam proses pengadilan memberi sesuatu kepada hakim.

Srowal-srowol - Orang tidak tahu bahasa ikut dalam pembicaraan.

Sudesi kekemu - Orang miskin mengaku kaya.

Suduk gunting tatu loro - Orang yang mendapatkan dua kesusahan.

Suduk kawuk - Perbuatan yang berakibat pada dirinya.

Sugih pari angawak-awakake - Orang yang kaya bahasa suka menjelekan orang lain.

Suka angas karta - Orang yang menentang perkara.

Surkarta adi kenya - Memeperkosa/menganiaya perempuan.

Sukua jaja tekena janggut - Orang mengerjakan sesuatu di tempat jauh karena sangat penting dengan jalan kaki pun mau.

Sulung alebu geni - Orang yang sengaja menuju kerusakan/kebinasaan.

Sumengka pangawak braja - Bertekad pada cita-cita yang terlalu muluk.

Suminggun - Orang pendiam tak menghiraukan kiri kanan.

Sumur lumaku tinimba - Orang yang meminta atau berguru padanya.

Sungsang buwana balik - Yang di atas menjadi di bawah dan sebaliknya.

Surastra adikara (sura astra adikara) - Orang berani pada senjata.

Suwe banyu sinaring - Segala pekerjaan yang segera diselesaikan.

Suwe mijet wohing ranti - Mudah dikerjakan.

Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...