Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : G

Gabah sinawur (Anggabah sinawur) - Orang yang tidak punya tempat tinggal, glandangan.

Gadhana gadhini - Dua saudara lelaki dan perempuan.

Gadhangan jago patohan - Orang yang pemberani, teguh pendirian.

Gajah alingan suket teki - Orang yang suka berpura-pura, hati dan ucapan berlainan.

Gajah andaka andurkara - Orang mengganggu kemanan.

Gajah marani wantilan - Orang yang sengaja mencari kesulitan.

Gajah ngidak rapah - Orang yang membuat larangan, dirinya melanggar.

Galuga sinalusur sari (galuga sinusur sari/galuga salusur sari) - Baik ditambah baik lagi.

Gambret singgang merkatak ora ana sing ngeneni - Wanita yang cantik tapi tidak menarik, sehingga tidak ada pria yang suka/tertarik.

Gana amet boga nir graha kajana linud ing erang - Orang yang merantau mencari nafkah, setelah pulang istrinya kawin lagi dan hartanya dibawa istri.

Gana among lembu asanggama anir prana tan wrin ngulah - Orang yang mempunyai pelayan yang marah dan pergi.

Gana-gana tan uningeng lara - Lelaki yang menyakiti perempuan lain.

Gana ina tan wrin ing lingga - Lelaki yang meniduri pelayannya setelah ditinggalkan mati istrinya.

Gana lena amet mangsa tan wireng kama - Orang ditangkap lantaran meminjam (barang curian) barang ke penjahat.

Gana lena rebut mangsa nir tan sabawa - Orang merahasiakan pembunuhan karena perebutan barang/warisan.

Gana wesa cawuh angrusak lingga tan wrin kasusastran - Memperkosa pelayanannya.

Gantung kepuluh - Tidak ganti pakaian (pakaiannya hanya satu itu saja).

Gathak-gathuk - Mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa.

Gawe luwangan ngurugi luwangan - Orang meminjam uang untuk melunasi hutang yang lain.

Gawe (sungsang) buwana balik - Orang tinggi dibuat rendahan, yang rendah dibuat tinggi.

Gebyah uyah - Sama rata.

Gecas-gecos - 1 Mengerjakan sesuatu ingin segera selesai. 2 Perkelahian dengan senjata tajam.

Gecul kumpul - Orang nakal/jahat berkumpul dengan orang nakal/jahat lagi.

Gendhang apupus cindhe - Keinginan yang mustahil.

Gedhe dhuwur ora pangur - Orang tua tidak beradab, disamakan seperti anak-anak.

Geger kepala - Raja yang gugat menggugat dengan saudaranya.

Geguyon dadi tangisan - Perbuatan yang salah hingga membuat kesusahan.

Guyon parikena - Orang yang bercanda tapi mempunyai maksud tertentu.

Geme-geme ora - Orang yang berjanji tapi tidak ditepati.

Gendhon (re)rukon - Suami istri yang rukun.

Geni guntur nila bena - Perintah orang besar yang tidak boleh ditentang.

Geni pinanggang - Orang yang marah ditambah hasutan.

Genti tapak - 1 Orang yang datang/pergi hampir bersamaan (selisih waktu sedikit). 2 Orang yang bergantian memakai piring yang sama.

Geni watang - Orang yang bertengkar/berperkara mengambil saksi dipakai oleh dua orang tersebut.

Gentho libeng - Telanjang bulat.

Gentho likem - Telanjang bulat.

Gentho tlengsor - Penjahat yang suka mengembara.

Getih cinelung balung cinandhi - Peristiwa penuh luka/pembunuhan.

Gethih muring-muring - Benci dan geram.

Giri lusi (janma tan kena ingina) - Orang tidak boleh dihina misalnya Orang yang kelihatannya bodoh tapi sangat pintar.

Giri suci jaladri pawaka surya sasangkala anila tanu - Sifat raja yang baik hendaknya adil.

Glathik sakurungan - Seia sekata, satu pikiran.

Glethak sengar - Tingkah laku dan perkataanya jujur.

Gliyak-gliyek yen tumindak - Orang yang mengerjakan sesuatu tanpa tergesa-gesa.

Glugu katlusuban luyung - 1 Kemasukan mata-mata. 2 Orang baik didekati oleh orang jahat.

Glundhung semprong - 1 Orang miskin tidak dapat menutupi kemaluannya (Telanjang). 2 Perempuan yang kawin tidak membawa apa-apa sama sekali.

Glundhung suling - 1 Orang miskin hanya punya celana saja. 2 Lelaki yang kawin tidak membawa apa-apa sama sekali.

Golek-golek ketanggor wong luru - Orang yang mencari sesuatu kepada seseorang dan seseorang itu juga mencari barang tersebut.

Golek kalimsing lambe - Orang yang mencari kekenyangan perut dengan menjual berita bohong atau menjelekan orang lain.

Golek karo epek-epek - Orang mencari nafkah tanpa sarana.

Gondhang kasih (logodhang godhang kasih) - Berlainan bangsa (Suami China Istri Sunda).

Gondhelan poncoting tapih - Lelaki yang mengikuti istrinya.

Gong lumaku tinabuh - Orang yang ingin atau meminta ditanya.

Gora getih nemu riris - Orang berkelahi di tempat orang lain, orang tersebut memisah tapi malah me dapat luka.

Gotong-gotong encek - Membantu orang yang akan menyambut tamu untuk perjamuan (nikahan).

Gotong mayit - Tiga orang berpergian jauh, menempuh jalan bahaya.

Greget-greget suruh - Orang yang jengkel oleh gejolak keinginannya memenuhi hasrat terhadap yang menarik hati.

Grubyung lutung - Orang yang ikut-ikutan saja.

Gudel bingung - Orang yang ikut-ikutan saja tanpa memikirkan benar salah.

Gudhang rempelas - Orang yang berbudi, baik tutur katanya tidak luwes.

Gugon tuhon - Takhayul.

Gulbi karem tan (tar) sama - Hakim

Gumembrang ora adang - Tidak dapat memasak.

Gumedheng ora goreng - Tidak dapat memasak/menggoreng.

Gung adiguna - Orang yang mengandalkan atau menyombongkan besar, tinggi atau kepandaiannya.

Gurem thethel-thethel - Orang kecil bercita-cita besar.

Gurinem malambanem - Hakim membantu kehendak raja, tidak menurut hukum yang sebenarnya.

Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...