Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : U

Ubaya saksi - Orang berjanji akan memberikan hadiah kepada saksi.

Ubut saksi - Orang berperkara tanpa tampik saksi.

Ujare wong papasaran - Berita yang tidak karuan asalnya, hanya seperti ucapan orang banyak di pasar.

Ula marani gathik / gebug - Orang yang sengaja mencari kesusahan.

Ulangan cumbon - Orang yang suka minggat, pulang sebentar, minggat lagi.

Ulat madhep ati karep (arep) - Orang yang memang ingin, lalu diberi.

Ula-ula dawa - Segala sesuatu yang melantur berkepanjangan.

Undhaking pawarta sudaning kiriman - Sebuah kabar atau berita yang kurang atau lebih dari kenyataanya.

Undhaking pawarta sundaning titipan - Sebuah kabar atau berita yang kurang atau lebih dari kenyataanya.

Ungak-ungak (ngungak-ungak) - Menjajaki kepandaian atau kekayaan seseorang.

Upaya prebeda - Orang yang tidak memenuhi janjinya.

Upaya saksi - Bersaksikan sanak-saudara atau saksi buatan.

Usung-usung lumbung - Orang bersama-sama bergotong-royong mengerjakan sesuatu pekerjaan.

Uthik-uthik macan dhedhe - Orang membangkitkan amarah orang lain.

Uwis cemengkung - Orang yang terkenal akan keahliannha berbicara.

Uwis jumegur - Orang yang sudah termasyur kepandaiannya dan kelakuannya baik.

Uwis kebak sundukane - Orang yang sudah banyak kesalahan atau dosanya.

Uwot gadebog - Orang yang dipercaya tutur katanya atau janjinya akhirnya meleset.

Uyah kecemplung segara - 1 Orang memberi sesuatu kepada orang kaya. 2 Orang berbuat amal yang sia-sia.

Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...