Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Filsafat Puasa: Puasa Dan Gaya Hidup Timur


Mistik spritual adalah ciri umum masyarakat timur

Setelah beberapa kali kita bermuhasabah, intropeksi diri, tentang masyarakat, budaya, dan bangsa Kita. Semoga dengan muhasabah ini akan mengantarkan pada kualitas kehidupan kita selama di dunia dan akherat. Identitas kita secara kultural adalah bangsa timur yang kebetulan panutannya ke bangsa barat. Oleh karena itu mari kita tambah wawasan kita sebagai muhasabah diri, ada baiknya sebelum kita menjelajah barat untuk mengevaluasi dan mengoreksi kemajuannya, Kita sadari dulu bahwa kita sebagai orang timur. 

Kadang berfikir, jangan-jangan kita kalah melawan barat karena kita melupakan identitas kita sendiri sebagai bangsa timur, kita melawan barat dengan cara barat dengan cara gaya barat (orientasi, cara berpikir, dan cara berperilaku ala barat). Kalau melawan barat dengan versi barat tentu yang menang barat. Timur sebenarnya mempunyai gaya, orientasi dan gaya berpikir tersendiri yang juga tidak lebih jelek dibandingkan barat. Hidup kita tampak lemah dan kalah karena disetir, diatur, oleh barat. Padahal yang kita miliki tidak lebih jelek dari barat.  Maka hari ini kita muhasabah pada peradaban timur yang sering hilang karena didominasi oleh barat. Dari segala sumber ada beberapa titik-titik yang membedakan antara kehidupan barat dan timur:

1. Barat biasanya lebih mengeksploitasi alam, sementara timur ingin menyesuaikan diri dengan alam. Barat ingin berada di atas alam, sementara timur ingin memposisikan diri sejajar dengan alam dan berjalan harmonis. Sebenarnya tema ini panjang untuk dijelaskan hanya saja sebagai pengetahuan sekilas saja bahwa orientasi barat dan timur itu berbeda.

2. Barat lebih dikenal dengan pemikiran yang empiris (faktual), jadi ilmu barat hanya berorientasi pada fakta, empiris, dan masuk akal, sementara yang di luar nalar dianggap sebagai omong kosong. Sementara orientasi timur pada spiritual atau mistik, orang-orang timur menerima hal-hal metafisik, menerima hal-hal yang tidak kelihatan faktanya.

Harmonis dengan alam

Hidup ini memang penuh dimensi dari dimensi spiritual, mistik, empiris dan dimensi rasional hanya saja yang barat lebih menekankan pada sebuah dimensi empiris dan rasional, sementara timur lebih ke mistik dan spiritual. Nanti banyak kritik pada barat yang merasa kehilangan dunia mistik dan spiritual, atau timur yang kalah dalam bidang sains, empiris dan rasional. Ada yang bilang juga bahwa barat lebih suka pada dinamika, progress, perkembangan, lebih maju lebih maju lebih maju terus. Sementara timur lebih suka pada ketentraman, harmoni, kemapanan, kesetabilan dan lebih suka pada kedamaian. Ini kadang membikin kita merasa bingung karena ingin atau merasa tertantang pada sebuah kemajuan tapi pada hakekatnya kita orang timur yang lebih suka kesetabilan dan kemapanan. Sebenarnya timur itu tidak kalah melainkan hanya lebih ke perbedaan orientasi, ke-dua-nya reduktif (tidak utuh memahami realitas) yang satu fokus pada lahiriah saja dan yang satu fokus pada yang batin. Kedua sisi itu penting, jika kita kehilangan batin maka akan kehilangan spiritualitas dan kehilangan lahir maka akan kehilangan perkembangan fisik. Oleh sebab itu orang timur tidak usah minder, tidak usah merasa kalah karena hanya perbedaan orientasi saja. 

Pada hari ini barat banyak menggali pemikiran-pemikiran timur yang orang timur sendiri lupa akan pemikirannya dan bahkan mungkin mulai meninggalkannya. Pada muhasabah ini mari kita mengenal orientasi pemikiran timur:

1. Percaya pada kebenaran universal, pada Islam tentunya bertemu dengan Allah, kalau di barat tidak ada karena di barat yang dipercaya adalah rasio dan empiris. Pada pemikiran timur baik agama Islam, Buddha, Hindu dan yang lainnya percaya pada kebenaran universal yang berujung pada Tuhan yang Esa. Kalau dalam filsafat jawa disebut Kasunyatan Sangkan Paran

2. Pada kepercayaan timur bahwa manusia dan alam merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan, manusia bersama alam dan alam berada dalam diri manusia; manusia sebagai mikro kosmos, sementara alam sebagai makro kosmos. Makanya di dunia timur alam dan manusia berdiri sejajar dengan alam dan harmonis, berbeda dengan barat dimana manusia di atas alam yang menyebabkan mereka mengeksploitasi alam. Dalam islam baik manusia dan alam level-nya mahluk, karena tidak boleh di kalangan mahluk ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Karena di atas mahluk hanya halik (pencipta) yakni Allah. 

3. Ilmu bukan untuk ilmu, melainkan dibarengi dengan laku (moral) untuk kualitas hidup yang meningkat. Kalau di barat yang terjadi adalah sains for sains. Orang dengan ilmunya bisa menciptakan apa saja sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah, sementara di timur perkembangan ilmu untuk peningkatan kualitas hidup khususnya kualitas perkembangan rohani. Oleh karena itu orang jawa mengenal Ilmu iku klakonè kanthi laku ateu dalam bahasa agama islam disebut ilmu yang tanpa amal seperti pohon yang tak berbuah. 

Penaklukan untuk menjaga dan melestarikan alam

4. Penaklukan diri bukan penaklukan alam, berbeda dengan barat yang ingin menaklukan alam. Pada orang timur, dirinya masuk ke dalam dirinya sendiri untuk menaklukan nafsunya. 

Pada hari ini kita terlalu kagum pada barat sehingga lupa dengan orientasi timur dan menjadi atau meniru gaya barat. Orang timur percaya bahwa kebaikan saat ini merupakan masa depan, berbeda dengan barat yang percaya bahwa masa depan tergantung aktifitas rasional empiris dan sains pada masa kini. Jadi di timur bergantung pada kualitas manusianya, sementara barat bergantung pada sains masa kini. Kesuksesan versi timur adalah kemampuan menguasai diri sementara barat pada kuasa alam dan eksploitasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...